BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
A.
KASUS
Tn.A berumur 45 tahun Pasien pernah mengalami pengalaman
yang tidak menyenangkan yaitu Bangkrut dalam usaha tekstil pada tahun 2014,serta
bercerai dengan istrinya pada tahun 2014 istrinya serta kemudian anak-anaknya ikut
bersama istrinya, Ny.M mengatakan semenjak itu Tn.M suka melamun, menyendiri di
kamar,suka marah-marah, tidak mau
bergaul dengan masyarakat,jarang berkomunikasi dengan orang lain sampai
hubungan dengan tetangga renggang.
Pada saat pengkajian di dapatkan hasil Tn.A sering
menunduk, sering menyendiri serta kontak mata tidak terlalu fokus saat
berbicara . Saat ini Tn.A tinggal serumah dengan keponakannya saja Yaitu Ny.m.
Ny. M mengatakan apabila Tn.M mempunyai masalah, pasien sering memendamnya
(tidak mau menceritakan pada orang lain)
B.
Tanggal Pengkajian : 09-01-2014
:
-
B.PENGKAJIAN
KEPERAWATAN
1.
Biodata
Klien
Nama :Tn.A
Umur :45 Tahun
Agama :Islam
Jenis
Kelamin :Laki-laki
Pendidikan :SMA
Pekerjaan :Wiraswasta
Alamat :Panggang, Gunung Kidul
Status :Bercerai
Diagnosa
Medis :
Penanggung Jawab
Nama :Ny.M
Umur :25 Tahun
Agama :Islam
Jenis
Kelamin :Laki-laki
Pendidikan :S-1
Pekerjaan :PNS
Alamat :Panggang,Gunung Kidul
Hubungan
dengan klien :Keponakan
2.Keluhan
Utama
3.Riwayat
penyakit dahulu
a.Tn.A tidak pernah mengalami aniaya fisik dalam
keluarga maupun
dalam lingkungannya.
b. Dalam keluarga Tn.A tidak ada yang menderita gangguan
jiwa.
5.Faktor
Predisposisi
Pasien pernah
mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan yaitu Bangkrut dalam usaha tekstil
pada tahun 2011,serta bercerai dengan istrinya pada tahun 2011istrinya serta
anak-anaknya ikut bersama semenjak itu
pasien suka melamun, menyendiri di kamar,suka marah-marah, sering menunduk,tidak
mau bergaul dengan masyarakat dan jarang
berkomunikasi dengan orang lain, sampai hubungan dengan tetangga renggang.
5.Faktor presipitasi
Klien bangkrut
dalam usaha tekstilnya pada tahun 2011 dan bercerai dengan istrinya pada tahun
2011 serta anak-anaknya ikut bersamaistrinya.
6.Pemeriksaan Fisik
A. Tanda
– tanda vital :
Pemeriksaan pada Nn. J,
diperoleh dengan keadaam umum : Pasien dalam
keadaan sadar, tanda –
tanda vital : tensi darah: 130/90 mmHg nadi : 80x/mnt, respiratori : 20x/mnt,
suhu : 36oC, berat badan : 50 kg, tinggi badan 153 cm, keadaan fisik : kulit :
putih, tidak keriput, turgor baik, tidak ada luka, kepala : rambut hitam, tidak
kotor , mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, hidung : bersih,
tidak ada polip, telinga : bersih, tidak ada sekret, mulut : mukosa lembab,
Leher : tidak ada pembesaran tyroid, dada : simetris, pengembangan paru kanan
dan kiri sama, tidak ada
keluhan
nyeri pada dada, abdomen : tidak ada masa dan tidak ada benjolan, ekstremitas
atas: di tangan tidak terpasang infus, tidak terjadi
odem
begitu juga dengan ekstremitas bawah tidak terpasang infus pada
kakinya, dan tidak didapati odem.
7. Psikososial
a. Genogram
Keterangan:
: Laki-laki : Garis keturunan
: Perempuan
: Meninggal
8. Konsep Diri
a. Gambaran Diri
Pasien mengatakan menyukai seluruh
tubuhnya, tidak ada kecacatan
pada anggota tubuhnya
b. identitas Diri
Pasien
adalah seorang laki-laki, pasien menerima dirinya sebagai
seorang
laki-laki.
c. Peran
Sebelum sakit pasien mampu menjalankan tugas
sebagai seorang laki-laki
(bekerja,bersosialisai dan sebagainya), namun setelah sakit pasien tidak
bisa menjalankan perannya sebagai
laki-laki.
d.Ideal Diri
Pasien
mengharapkan bisa kembali membangun usahanya serta keluarganya memperhatikan
dirinya, pasien ingin berkumpul kembali
bersama anak-anak dan istrinya.
9.
Hubungan Sosial
Pasien tidak ikut
dalam organisasi masyarakat, pasien lebih suka
sendiri, dan diam, pasien sering menyendiri, menundukkan kepala,
sulit di ajak komunikasi, dan Tn.A mengatakan malas
berinteraksi
dengan
orang lain.
Masalah
Kepeawatan : Coping Tidak efektif
10. Spiritual
Pasien
menganggap sakit yang dialami saat ini merupakan cobaan dari
Allah. Selama di rumah pasien jarang melaksanakan
kegiatan ibadah
11. Status Mental
A.Penampilan
a. Penampilan
pasien cukup rapi, pasien memakai pakaian dengan sesuai.
b.Pembicaraan
Pasien
bicara dengan suara lambat, halus tapi jelas, inisiatif untuk
memulai pembicaraan kurang namun sudah sesuai dengan topik
pembicaraan
c.Aktivitas
Motorik
Pasien termasuk pasien yang kurang
kooperatif, suka menyendiri
d.Alam Perasaan
Pasien mengatakan hatinya sedih ketika
ingat anak-anak dan istrinya.
e.Afek :
Pasien mengalami jenis afek apropiate (tepat) yaitu:
klien sesuai dengan
suasana yang terjadi, klien mengatakan senang dan klien
tampak
senyum ketika di ajak bermain, klien mengatakan benci dan
muka
tampak tegang ketika ada pertanyaan yang memojokan
dirinya
f.Interaksi
selama wawancara
Selama wawancara respon pasien mau menceritakan
masalahnya
kepada
perawat walaupun kontak mata sulit dipertahankan selama
berinteraksi.
g.Persepsi halusinasi
Halusinasi saat pengkajian tidak ditemukan.
h.Proses
piker
Pasien mampu
bercerita secara urut dan berarah.
i.Tingkat
Kesadaran
Kesadaran
pasien composmentis, pasien menyadari bahwa dirinya ada
di Rumah,
pasien mengetauhi hari, pasien mengenal nama istri,anak-anaknya dan
teman-temannya.
j.Memori
1) Daya ingat
jangka panjang baik : pasien dapat mengatakan kalau
dirinya lahir di panggang.
2) Daya ingat
jangka pendek baik : pasien mengutarakan kalau disini
bersama keponaknya
3) Daya ingat
sesaat baik : pasien masih ingat nama teman-temannya selama 10
menit.
k.Kemampuan Penilaian
setelah makan
klien mampu mencuci dan membereskan piring serta gelas tersebut, dan menaruhnya
di tempatnya.
l.Daya titik diri
Pasien tidak mengingkari bahwa dirinya berada dalam rumah
akan tetapi pasien menganggap
dirinya tidak
sakit.
1) Makan
Pasien mampu menyiapkan makanan,
membersihkan alat-alat makan
2) BAK/ BAB
Pasien
mampu mengontrol untuk BAK/BAB ditempat wc.
3) Mandi
Pasien secara mandiri dapat mandi 2x sehari.
4) Berpakaian
Pasien dapat mengenakan pakaian sendiri dengan rapi,
menyisir
rambut, dan memakai sandal.
5) Istirahat tidur
Pasien mengatakan bisa beristirahat , pasien istirahat siang
hari 2-3 jam, malam 8-9 jam.
6) Mikanisme koping
Pasien mengatakan apabila pasien mempunyai masalah,
pasien
sering
memendamnya (tidak mau menceritakan pada orang lain) dan
8) Masalah psikososial dan lingkungan
Selama di Rumah pasien tidak mempunyai masalah dalam
hubungan
sesama keponakannya.
6.Penggunaan obat
Klien minum obat 3x sehari setelah
makan. Haloperidol 2x5 mg, trihexiperidine 2x2 mg.
7.Pemeliharaan Kesehatan
Sebelumnya
klien tidak pernah memeriksakan kesehatanya baik ke dokter maupun ke rumah
sakit
16.Diagnosa
keperawatan
Coping Tidak
Efektif
I .ANALISA DATA
DATA SUBJEKTIV
|
DATA OBJEKTIV
|
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
|
Ds :
- Pasien mengatakan apabila pasien mempunyai
masalah, pasien sering memendamnya (tidak
mau menceritakan pada orang
lain)
-Ny.M mengatkan setelah di tinggal oleh anak-anak dan
istrinya Tn.A menjadi berubah seperti suka melamun, menyendiri di kamar,suka
marah-marah, tidak mau bergaul dengan
masyarakat,jarang berkomunikasi dengan orang lain sampai hubungan dengan
tetangga renggang.
|
Do :
- klien tampak menyendiri,menunduk
ke bawah, serta kontak mata tidak terlalu fokus saat berbicara
|
Coping Tidak Efektif b.d tingkat persepsi kontrol yang tidak
adekuat
|
B.
Daftar Masalah Keperawatan
A. Coping Tidak Efektif b.d tingkat persepsi kontrol yang tidak
adekuat
II . Perencanaan
Keperawatan
Tgl
|
No
|
Dx.Keperawatan
|
Tujuan
|
Kriteria hasil
|
Intervensi
|
Rasional
|
09-01-2014
|
1.
|
1. Coping Tidak Efektif b.d tingkat persepsi kontrol yang tidak
adekuat
|
1. Klien dapat
membina
hubungan
saling percaya
|
Setelah 1x interaksi di harapkan :- Mengungkapkan kemampuan untuk menanggulangi
dan meminta bantuan jika perlu
-Menunjukkan kemampuan untuk memecahkan masalah dan ikut
serta bermasyarakat
-Mempertahankan bebas dari
prilaku yang destruktif pada diri sendiri
maupun orang lain
- Mengkomunikasikan kebutuhan dan berunding dengan orang lain untuk
memenuhi kebutuhan
|
Bina
hubungan
saling
percaya
dengan
menggunakan
komunikasi
yang
terapeutik:
a. Sapa
pasien
dengan
ramah
tamah baik
verbal
maupun
nonverbal
b. Perkenalkan
diri
dengan
sopan
c.Bantu pasien menentukan tujuan
yang realistis dan mengenali ketrampilan dan pengetahuan pribadi
d. Gunakan komunikasi empatik, dan dorong
pasien/keluarga untuk mengungkapkan ketakutan, mengekspresikan emosi, dan
menetapkan tujuan
e. Jelaskan
tujuan pertemuan
f. Beriperhatian
dan perhatikan
kebutuhan dasar klien,serta melakukan hal yang di
sukainya seperti olahraga.
g.Memberikan pujian yang
wajar dalam keberhasilan klien
|
1. Hubungan
saling
percaya
merupakan
dasar
kelancaran
hubungan
interaksi
selanjutnya
2. Agar menimbulkan kesan
terapeutik dan membuat pasien merasa nyaman
3.Agar pasien merasa nyaman
dengan kedatangan perawat
4. Agar pasien mengenali dan
mengetahui kemajuan dirinya serta mampu berbuat sesuatu untuk dirinya
5.Agar pasien merasa nyaman
serta mengetahui apa yang di harapkan dan yang di inginkan pasien.
6.Agar pasien mengetahui
prospek yang akan di lakukan
7..Agar pasien meraskan
kenyamanan serta perawat mengetahui kebutuhan dasar yang di inginkan atau
yang harus di perhatikan pasien,agar mengembalikan energi semangat pasien.
8. Agar klien merasa mendapat
peghargaan atas pencapaiannya
|
III. Implementasi dan Evaluasi
No
|
Tgl
|
Dx.Keperawatan
|
Implementasi
|
Evaluasi
|
Ttd
|
1.
|
09-01-2014
|
1. Coping Tidak Efektif b.d tingkat persepsi kontrol yang tidak
adekuat
|
Bina hubungan saling percaya dengan
Menggunakan komunikasi yang
terapeutik:
a. Sapa pasien dengan ramah tamah baik verbal maupun nonverbal
b. Perkenalkan diri dengan sopan
c.Bantu pasien menentukan tujuan
yang realistis dan mengenali ketrampilan dan pengetahuan pribadi
d. Gunakan komunikasi empatik, dan dorong
pasien/keluarga untuk mengungkapkan ketakutan, mengekspresikan emosi, dan
menetapkan tujuan
e. Jelaskan tujuan pertemuan
f. Beri perhatian dan perhatikan
kebutuhan dasar klien
g.Memberikan pujian yang
wajar dalam keberhasilan klien
|
S : Tn.A mengatakan
"Selamat siang mas, nama saya Tn.A panggil saja Tn.A, rumah saya di panggang,
saya selama di rumah bersih-bersih rumah,
mencuci piring dan gelas, serta
bergaul dengan tetangga dan masyarakat sekitar
O: Suara klien pelan,kontak mata sulit dipertahankan,
klien tampak mencuci gelas,mencuci piring serta melakukan olahraga yang di
sukainya.
A : Tn.A mampu
mengidentifikasi
kemampuan dan aspek
positif yang dimiliki,
Tn.A mampu
menilai
kemampuan yang
masih dapat
digunakan, Tn.A
mampu memilih
kegiatan yang akan
dilatih sesuai dengan
kemampuan, Tn.A
mampu mengeluarkan energi positiv yang ia miliki.
P : Menganjurkan klien
untuk menerapkan
rencana kegiatan yangtelah di buat bersama serta
menganjurkan klien agar mau membuka diri pada orang-orang sekitarnya.
|
Cukup baik. Bisa ditambahkan daftar pustaka .
ReplyDelete