BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ilmu kesehatan masyarakat pada hakikatnya adalah
menghimpun potensi atau sumber daya yang ada dalam masyarakat untuk melakukan
upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative. Kegiatan ini untuk
meningkatkan partisipasi masyarakat di bidang pembangunan kesehatan.
Sejarah IKM tidak terlepas dari 2 tokoh metologi
Yunani yaitu Asclepius dan higeia. Anclepius mempunyai kecenderungan menunggu
orang sakit orang sakit (selanjutnya disebut kuratif dan rehabilitative).
Higeia mempunyai kecenderungan melakukan upaya pencegahan penyakit (selanjutnya
disebut promotif dan preventif). Periode perkembangan kesehatan masyarakat
terbagi menjadi periode sebelum ilmu pengetahuan, periode ilmu pengetahuan.
Menurut komisi pendidikan Administrasi Kesehatan
Amerika Serikat pada tahun 1974 Adminitrasi Kesehatan adalah suatu proses yang
menyangkut perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan,
pengkoordinasian dan penilaian terhadap sumber, tata cara dan kesanggupan yang
tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan terhadap kesehatan, perawatan
kedokteran serta lingkungan yang sehat dengan jalan menyediakan dan
menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan yang ditunjukkan kepada perseorangan,
keluarga, kelompok dan ataupun masyarakat. Unsur pokok administrasi kesehatan
meliputi masukan (input), Proses (process), Keluaran (output), sasaran (target)
serta dampak (impact).
1.2. Tujuan
Tujuan Umum
Untuk
mengetahui lebih mendalam tentang administrasi kebijakan kesehatan yang mencakup
program kesehatan di Indonesia dan jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas).
Tujuan
khusus
a.
Mengetahui tentang program
kesehatan indonesia
b.
Mengetahui tentang program kesehatan wajib
c.
Mengetahui tentang program pengembangan
d.
Mengetahui tentang pengertian jamkesmas
e.
Mengetahui tentang tujuan jamkesmas
f.
Mengetahui tentang sasaran jamkesmas
g.
Mengetahui tentang pelayanan yang tidak
ditanggung jamkesmas
h.
Mengetahui tentang persyaratan pemegang
jamkesmas
BAB
II
TINJAUAN TEORI
2.1 Program Kesehatan
di Indonesia
Program
kesehatan adalah kumpulan dari proyek-proyek di bidang kesehatan baik yang
berjangka pendek maupun jangka panjang.
A. Program Kesehatan wajib
1. Program promosi Kesehatan
a) Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
a) Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Program
perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah program kebijakan yang
dikeluarkan oleh pemerintah guna mengatasi masalah tentang kebersihan dan
kesehatan dalam kehidupan masyarakat berdasarkan keputusan undang-undang,
keputusan mentri yang berhubungan dengan kebersihan dan kesehatan.
PHBS
Rumah Tangga yaitu upaya memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan
mampu mempraktekan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam
gerakan kesehatan masyarakat.
b) Program Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (PKM)
Program
penyuluhan kesehatan masyarakat adalah bagian dari program pembangunan
kesehatan nasional. Tujuannya adalah meningkatkan derajat kesehatan dan
kemandirian masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan, dengan titik berat pada
upaya peningkatan kualitas hidup dan pencegahan penyakit, disamping pengobatan
dan pemulihan.
c) Program Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM)
Upaya
kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) adalah salah satu wujud nyata peran
serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Bentuk UKBM tersebut seperti:
Ø Posyandu yang meliputi 5 program
prioritas seperti KB, KIA, Imunisasi, penanggulangan diare, penurunan angka
kematian bayi.
Ø Polindes merupakan bentuk UKBM yang
dimaksudkan untuk menutupi 4 kesenjangan dalam KIA yaitu kesenjangan geografis,
kesenjangan informasi kesenjangan ekonomi dan kesenjangan social budaya.
Polindes dioperasionalkan melalui kerjasama antara bidan dan dukun bayi,
sehingga tidak menimbulkan kesenjangan social budaya, sementara tarif
pemeriksaan ibu, anak dan melahirkan ditentukan dalam musyawarah LKMD
diharapkan mampu mengurangi kesenjangan ekonomi..
Ø POD (pos obat desa) merupakan wujud
peran serta masyarakat dalam hal pengobatan sederhana.
Ø Pos UKK (pos upaya kesehatan kerja)
merupakan wadah dari serangkaian upaya pemeliharaan kesehatan pekerja yang
terencana, teratur dan berkesinambungan yang diselenggarakan oleh masyarakat
pekerja atau kelompok pekerja yang memiliki jenis kegiatan usaha yang sama dan
bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja.
Ø Dana sehat merupakan bentuk jaminan
pemeliharaan kesehatan bagi anggota masyarakat yang belum dijangkau oleh
asuransi kesehatan seperti askes, jamsostek, dan asuransi kesehatan swasta
lainnya.
Ø Lembaga Swadaya Masyarakat
Ø TOGA (tanaman obat keluarga)
merupakan sebidang tanah dihalaman/ lading yang dimanfaatkan untuk menanam yang
berkhasiat sebagai obat. Fungsi dari TOGA adalah menghasilkan tanaman yang
dapat dipergunakan untuk menjaga dan meningkatkan kesehata dan mengobati gejala
penyakit yang ringan.
Ø Kader Kesehatan
2. Program Kesehatan Lingkungan
Program kesehatan lingkungan bertujuan untuk mewujudkan mutu
lingkungan hidup yang lebih sehat melalui pengembangan sistem kesehatan
kewilayahan untuk menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan.
a) Program Hygiene dan Sanitasi TTU dan
TPM
b) Program Pemukiman, Perumahan dan Bangunan
Sehat
c) Program Penyehatan Air.
3. Program Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana
a)Program Kesehatan Reproduksi (ANC)
Kebijakan
Nasional Kesehatan Reproduksi di Indonesia menetapkan bahwa Kesehatan
Reproduksi mencakup lima komponen program terkait, yaitu: Program Kesehatan Ibu
dan Anak, Program Keluarga Berencana, Program Kesehatan Reproduksi Remaja,
Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Seksual (PMS) termasuk
HIV/AIDS, dan Program Reproduksi pada Usia Lanjut (Tim Field Lab FK UNS, 2010).
b) Program Menejemen Terpadu Balita Sakit (MTBS)
MTBS
merupakan suatu program pemerintah untuk menurunkan angka kematian balita dan
menurunkan angka kesakitan. MTBS adalah suatu manejemen untuk balita yang
datang di pelayanan kesehatan, dilaksanakan secara terpadu mengenai
klasifikasi, status gizi, status imun maupun penangan dan konseling yang
diberikan. Untuk bayi umur 1 hari-2 bulan periksa kemungkinan kejang, gangguan
nafas, suhu tubuh, adanya infeksi, ikterus, gangguan pencernaan, BB, status
imun.Untuk bayi 2 bulan-5 tahun: Keadaan umum, respirasi, derajat dehidrasi, suhu,
periksa telinga, status gizi, imun, penialaian pemberian makanan.Konseling pada
ibu untuk meningkatkan pemberian cairan selama anak sakit yaitu untuk setiap
anak sakit (memberi ASI lebih sering dan lebih lama, tingkatkan pemberian
cairan cont:beri kuah sayur dan air putih), untuk anak diare diberi cairan
tambahan terapi A dan B sesuai pengobatan), untuk anak mungkin DBD (Cairan
tambahan sangat penting cont: oralit).
c) Program Keluarga Berencana
Integrasi program KB dan Kesehaan Reproduksi (KR) di
Indonesia mengikuti ICPD (International Conference on Population and Development)
di Cairo 1994. Sejak tahun 2004, terjadi perubahan visi program KB nasional
dari keluarga kecil bahagia dan sejahtera menjadi keluarga berkualitas pada
tahun 2015 (Anonym 2004). Kebijakan pengelolaan/pengendalian pertumbuhan
penduduk, penurunan IMR dan MMR, dan peningkatan kualitas program KB tercantum
dalam UU No 25 tahun 2000 tentang program pembangunan nasional.
4. Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2PM)
Program Pencegahan dan Pemberantasan
Penyakit (P2PM) bertujuan untuk menurunkan angka
kesakitan, kematian dan kecacatan akibat penyakit menular dan penyakit tidak
menular. Prioritas penyakit menular yang akan ditanggulangi adalah malaria,
demam berdarah dengue, diare, polio, filaria, kusta, tuberkulosis paru,
HIV/AIDS, pneumonia, dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Prioritas penyakit tidak menular yang ditanggulangi adalah penyakit jantung dan
gangguan sirkulasi, diabetes mellitus, dan kanker.
a) Program Pencegahan Penyakit.
Program pencegahan penyakit (usaha
preventif) yaitu seperti:
Ø Mempertinggi nilai kesehatan :
penyediaan makanan sehat cukup, kwalitas maupun kwantitasnya, perbaikan hygiene
dan sanitasi lingkungan , pendidikan kesehatan pada masyarakat, usaha kesehatan
jiwa agar tercapai perkembangan kepribadian yang baik.
Ø Memberikan perlindungan khusus
terhadap sesuatu penyakit: vaksinasi untuk mencegah penyakit-penyakit tertentu,
isolasi penderita penyakit menular, pencegahan terjadinya kecelakaan baik di
tempat-tempat uum maupun tempat kerja.
Ø Mengenal dan mengetahui jenis
penyakit pada tingkat awal serta mengadakan pengobatan yang tepat dan segera
Ø Pembatasan kecacatan dan berusaha
untuk menghilangkan gangguan kemampuan bekerja yang diakibatkan sesuatu
penyakit.
Ø Rehabilitasi
b) Program pemberantasan Penyakit
c) Program Imunisasi
c) Program Imunisasi
5.
Program Pengobatan
a) Program Upaya Kesehatan
Perorangan (UKP)
Program upaya kesehatan perorangan
meliputi dokter keluarga pelaku utama pelayanan medic dan piñata rujukan strata
1, Dokter keluarga sebagai UKP utama kuratif dan rehabilitative, puskesmas
sebagai UKP strata 1 promotif dan preventif.
b) Program Penyembuhan dan Pemulihan Kesehatan (Rujukan)
6.
Program Perbaikan Gizi Masyarakat
Program
perbaikan gizi masyarakat bertujuan meningkatkan kesadaran gizi keluarga dalam upaya
meningkatkan status gizi masyarakat terutama pada ibu hamil, bayi dan anak
Balita.
Kegiatan pokok dan
kegiatan indikatif program ini meliputi:
a)
Peningkatan
pendidikan gizi
b) Penanggulangan kurang energi protein (KEP), anemia gizi
besi, gangguan akibat kurang yodium (GAKY), kurang vitamin A, dan kekurangan
zat gizi mikro lainnya
c) Pemberdayaan masyarakat
untuk pencapaian keluarga sadar gizi
B.
Program Pengembangan
Kesehatan Pengembangan adalah upaya yang dilaksanakan berdasarkan masalah
kesehatan yang terjadi di masyarakat Kegiatan
kesehatan pengembangan dilaksanakan bila upaya kesehatan wajib telah terlaksana
secara optimal (target cakupan dan mutu terpenuhi), namyn dalam keadaan
tertentu ditetapkan sebagai penugasan dari Dinas kesehatan).
1. Kesehatan Sekolah
Program kesehatan sekolah merupakan
program yang ada di sekolah seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
2. Perawatan Kesehatan Masyarakat
2. Perawatan Kesehatan Masyarakat
Perawatan kesehatan
masyarakat bertujuan untuk melaksanakan pembinaan keluarga dan kelompok-kelompok
khusus seperti panti asuhan dan panti jompo, memberikan pelayanan perawatan
paripurna.
3. Kesehatan Jiwa
Kesehatna jiiwa adalah suatu kondisi
yang memungkinkan perkembangan fisik intelektual dan emosional yang optimal
dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain
yang “sehat jiwa”
4.
Kesehatan Usila
Program pengembangan kesehatan
Usila yaitu upaya kesehatan
paripurna di bidang kesehatan para usia lanjut yang dilaksanakan dari tingkat
Puskesmas. Program ini bertujuan untuk meningkatkan drajat kesehatan usia
lanjut untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan
keluarga dan masyarakat dalam mencapai mutu kehidupan usia lanjut yang optimal.
Pelayanan kesehatan usia lanjut :
Ø Peningkatan : melalui penyuluhan tentang kesehatan &
pemeliharaan kebersihan diri, menu makanan dengan gizi seimbang & kesegaran
jasmani
Ø
Upaya
pencegahan : melalui pemeriksaan berkala, senam, penyuluhan tentang alat bantu
Ø
Upaya
pengobatan :pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan spesialistik melalui
rujukan
Ø
Upaya
pemulihan :fisioterapi, mengembalikan percaya diri
5. Kesehatan
Mata dan Telinga
Program kesehatan mata dan telinga
bertujuan untuk meningkatkan
kesehatan mata dan telinga, meningkatkan peran serta masyarakat dalam bentuk
penyuluhan kesehatan serta menciptakan kemandirian masyarakat dalam
pemeliharaan kesehatan mata dan telinga mereka.
6. Kesehatan Gigi dan Mulut
6. Kesehatan Gigi dan Mulut
Pelaksanaan pelayanan kesehatan
gigi dan mulut pada dasarnya diselenggarakan dalam bentuk kegiatan sebagai
berikut:
Ø Pembinaan/pengembangan
kemampuan dan peran serta masyarakat dalam upaya pelihara diri (self care),
melalui pengembangan upaya kesehatan yang bersumber pada otoaktivitas
masyarakat dengan pendekatan UKGM (Usaha Kesehatan Gigi
Masyarakat)
Ø
Pelayanan
asuhan pada kelompok rentan, seperti pada anak sekolah (UKGS =
Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) dan pada kelompok ibu hamil/menyusui, anak
prasekolah.
Ø Pelayanan medik gigi dasar, di Puskesmas dilaksananakan
terhadap masyarakat baik yang datang mencari pengobatan maupun yang dirujuk
oleh BPG (Balai
Pengobatan Gigi)
7. Kesehatan Remaja
Program
pengembangan kesehatan remaja bertujuan untuk mengetahui masalah kesehatan
remaja di Indonesia, mengetahui program-program penanganan masalah remaja di
Indonesia. Kegiatan program kesehatan remaja meliputi:
Ø Pemberian
informasi dan edukasi
Ø Konseling
: Dengan adanya konseling dapat mengatasi kecemasan,depresi, atau masalah
kesehatan mental lainnya, meningkatkan kewaspadaan terhadap isu masalah yang
mungkin terjadi pada dirinya, mempunyai motivasi untuk mencari bantuan bila ada
masalah.
Ø
Pendidikan Keterampilan
Hidup Sehat (PKHS): Dengan menerapkan ajaran PKHS, remaja
dapat mengambil keputusan segera untuk menolak ajakan tersebut, merasa yakin
akan kemampuannya menolak ajakan tersebut, berpikir kreatif untuk mencari cara
penolakan agar tidak menyakiti hati temannya dan mengerahkan kemampuan
berkomunikasi secara efektif dan mengendalikan emosi, sehingga penolakan akan
berhasil dilaksanakan dengan mulus.
8.
Kesehatan Kerja
Upaya kesehatan kerja dipuskesmas ditujukan untuk
melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta
pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerja. Sasaran program kesehatan kerja
ini adalah pekerja disektor kesehatan antara lain masyarakat pekerja di
puskesmas, balai pengobatan/poliklinik, laboratorium kesehatan, pos upaya
kesehatan kerja (pos UKK), jaringan dokter perusahaan bidang kesehatan kerja,
masyarakat pekerja diberbagai sector pembangunan, dunia usaha dan lembaga
swadaya masyarakat.
2.2 Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas)
A. Pengertian Jaminan Kesehatan
Masyarakat
Jaminan kesehatan masyarakat atau
jamkesmas adalah program bantuan social untuk pelayanan kesehatan bagi
masyarakat miskin dan tidak mampu program ini diselenggarakan secara nasional
agar terjadi subsidi silang dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang
menyeluruh bagi masyarakat miskin.Jamkesmas adalah dana bantuan social yang
pembayarannya berasal dari Negara melalui bank yang ditujukan kerumah sakit
yang telah ditentukan dan dilakukan dalam bentuk paket pelayanan kesehatan
(pengobatan) berdasarkan klaim.
B.
Tujuan Jaminan Kesehatan Masyarakat
Tujuan
dari jamkesmas dibagi menjadi dua yaitu:
1) Tujuan
umum yaitu terselenggaranya akses dan mutu pelayanan kesehatan terhadap seluruh
masyarakat miskin dan tidak mampu agar tercapai derajat kesehatan masyarakat
yang optimal secara efektif dan efisien.
2) Tujuan
khusus yaitu meningkatkan cakupan masyarakat dan tidak mampu yang mendapat
pelayanan kesehatan di puskesmas serrta jaringannya dan Rumah Sakit, serta
meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin.
C.
Sasaran Jaminan Kesehatan Masyarakat
Sasaran program jaminan kesehatan masyarakat ini
adalah masyarakat miskin tidak mampu diseluruh Indonesia dan yang tidak
termasuk sudah mempunyai jaminan kesehatan lainnya.
D.
Fasilitas Jaminan Kesehatan Masyarakat
Fasilitas pelayanan yang diberikan oleh jamkesmas
adalah:
Ø Pelayanan
di puskesmas dan jaringannya
1) Rawat
jalan tingkat 1 dilaksanakan pada puskesmas dan jaringannya dalam atau luar
gedung meliputi:
-
Konsultasi
medis,pemeriksaan fisik dan penyuluhan kesehatan
-
Laboratorium sederhana
(darah, urine, feses rutin)
-
Tindakan medis kecil
-
Pemeriksaan dan
pengobatan gigi termasuk cabut dan tambal
-
Pemeriksaan ibu hamil,
nifas, menyusui, bayi dan balita
-
Pelayanan KB dan
penanganan efek samping(alat kontrasepsi)
-
Pemberian Obat
2) Rawat
inap tingkat 1 dilaksanakan pada puskesmas perawatan meliputi:
-
Akomodasi rawat inap
-
Konsultasi medis,
pemeriksaan fisik dan penyuluhan kesehatan
-
Lab sederhana
-
Tindakan medis kecil
-
Pemberian obat
-
Persalinan normal dan
dengan penyulit
3) Persalinan
normal yang dilakukan di puskesmas non perawatan/ bidan desa/polindes/rumah
pasien/BPS
4) Pelayanan
gawat darurat
Ø Pelayanan
kesehatan di rumah sakit
1) Rawat
jalan tingkat lanjutan
2) Rawat
inap tingkat lanjutan dilaksanakan pada ruang perawatan kelas tiga
3) Pelayanan
gawat darurat
Ø Pelayanan
yang dibatasi
1) kaca
mata dengan nilai maksimal 50.000 berdasarkan resep dokter
2) alat
bantu dengar dengan berdasarkan harga yang paling murah
3) pelayanan
penunjang diagnose canggih diberikan hanya pada kasus life saving.
E.
Pelayanan yang tidak di tanggung oleh Jamkesmas yaitu:
1) Pelayanan
yang tidak sesuai prosedur
2) Bahan,
alat, dan tindakan yang bertujuan untuk kosmetika
3) General
cek up
4) Protesis
gigi tiruan
5) Penobatan
alternative dan pengobatan lain yang belum terbukti secara ilmiah
6) Rangkaian
pemeriksaan, pengobatan dan tindakan dalam upaya mendapatkan keturunan termasuk
bayi tabung dan pengobatan impotensi.
7) Pelayanan
kesehatan pada masa tanggap darurat bencana alam
8) Pelayanan
kesehatan yang diberikan pada kegiatan bakti social.
F. Persyaratan pemegang Jamkesmas
1) Kartu askeskin asli (harus ditunjukan ke petugas
pendaftaran)
2) Rujukan puskesmas setempat
3) Surat rujukan dari RSUD
4) Surat pengantar dari kantor Dinas social dan
dinas kesehatan kabupaten/kota
5) Foto copy kartu keluarga
6) Foto copy KTP pasien atau orang tua pasien jika
pasien <17 tahun
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Program kesehatan di Indonesia meliputi
program kesehatan wajib yaitu program promosi kesehatan, program kesehatan
lingkungan, Program
Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana, Program Pencegahan dan
Pemberantasan Penyakit (P2PM), Program Pengobatan, Program Perbaikan Gizi
Masyarakat. Program pengembangan yaitu meliputi Kesehatan Sekolah, Perawatan
Kesehatan Masyarakat, kesehatan jiwa, kesehatan usila, kesehatan mata dan
telinga, kesehatan remaja, kesehatan kerja.
Jaminan
kesehatan masyarakat atau jamkesmas adalah program bantuan social untuk
pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu program ini
diselenggarakan secara nasional agar terjadi subsidi silang dalam rangka
mewujudkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat miskin
B. Saran
Dalam hal ini diharap mahasiswa dan petugas kesehatan mengetahui
program-program kesehatan di Indonesia, mengetahui tentang jamkesmas, dan ikut
serta dalam pelaksanaan program kesehatan yang ada.
DAFTAR
PUSTAKA
Azwar,
Azrul.1996.Pengantar Administrasi
Kesehatan.Jakarta:Binarupa Aksara.
Entjang,
Indan.2000. Ilmu Kesehatan
Masyarakat.Bandung:Citra Aditya Bakti.
Notoatmodjo,
Soekidjo.1996.Ilmu Kesehatan Masyarakat.Jakarta:Rieka
Cipta.
No comments:
Post a Comment