Friday, 31 May 2013

ADMINISTRASI KESEHATAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Ilmu kesehatan masyarakat pada hakikatnya adalah menghimpun potensi atau sumber daya yang ada dalam masyarakat untuk melakukan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative. Kegiatan ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di bidang pembangunan kesehatan.
Sejarah IKM tidak terlepas dari 2 tokoh metologi Yunani yaitu Asclepius dan higeia. Anclepius mempunyai kecenderungan menunggu orang sakit orang sakit (selanjutnya disebut kuratif dan rehabilitative). Higeia mempunyai kecenderungan melakukan upaya pencegahan penyakit (selanjutnya disebut promotif dan preventif). Periode perkembangan kesehatan masyarakat terbagi menjadi periode sebelum ilmu pengetahuan, periode ilmu pengetahuan.
Menurut komisi pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat pada tahun 1974 Adminitrasi Kesehatan adalah suatu proses yang menyangkut perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, pengkoordinasian dan penilaian terhadap sumber, tata cara dan kesanggupan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan terhadap kesehatan, perawatan kedokteran serta lingkungan yang sehat dengan jalan menyediakan dan menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan yang ditunjukkan kepada perseorangan, keluarga, kelompok dan ataupun masyarakat. Unsur pokok administrasi kesehatan meliputi masukan (input), Proses (process), Keluaran (output), sasaran (target) serta dampak (impact).





1.2. Tujuan
Tujuan Umum
Untuk mengetahui lebih mendalam tentang administrasi kebijakan kesehatan yang mencakup program kesehatan di Indonesia dan jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas).
Tujuan khusus
a.       Mengetahui tentang program kesehatan indonesia
b.      Mengetahui tentang program kesehatan wajib
c.       Mengetahui tentang program pengembangan
d.      Mengetahui tentang pengertian jamkesmas
e.       Mengetahui tentang tujuan jamkesmas
f.       Mengetahui tentang sasaran jamkesmas
g.      Mengetahui tentang pelayanan yang tidak ditanggung jamkesmas
h.      Mengetahui tentang persyaratan pemegang jamkesmas

















BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 Program Kesehatan di Indonesia
Program kesehatan adalah kumpulan dari proyek-proyek di bidang kesehatan baik yang berjangka pendek maupun jangka panjang.
A. Program Kesehatan wajib

1.  Program promosi Kesehatan
a) Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah program kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah guna mengatasi masalah tentang kebersihan dan kesehatan dalam kehidupan masyarakat berdasarkan keputusan undang-undang, keputusan mentri yang berhubungan dengan kebersihan dan kesehatan.
PHBS Rumah Tangga yaitu upaya memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktekan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.

b) Program Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (PKM)
Program penyuluhan kesehatan masyarakat adalah bagian dari program pembangunan kesehatan nasional. Tujuannya adalah meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan, dengan titik berat pada upaya peningkatan kualitas hidup dan pencegahan penyakit, disamping pengobatan dan pemulihan.

c) Program Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM)
Upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) adalah salah satu wujud nyata peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Bentuk UKBM tersebut seperti:
Ø  Posyandu yang meliputi 5 program prioritas seperti KB, KIA, Imunisasi, penanggulangan diare, penurunan angka kematian bayi.
Ø  Polindes merupakan bentuk UKBM yang dimaksudkan untuk menutupi 4 kesenjangan dalam KIA yaitu kesenjangan geografis, kesenjangan informasi kesenjangan ekonomi dan kesenjangan social budaya. Polindes dioperasionalkan melalui kerjasama antara bidan dan dukun bayi, sehingga tidak menimbulkan kesenjangan social budaya, sementara tarif pemeriksaan ibu, anak dan melahirkan ditentukan dalam musyawarah LKMD diharapkan mampu mengurangi kesenjangan ekonomi..
Ø  POD (pos obat desa) merupakan wujud peran serta masyarakat dalam hal pengobatan sederhana.
Ø  Pos UKK (pos upaya kesehatan kerja) merupakan wadah dari serangkaian upaya pemeliharaan kesehatan pekerja yang terencana, teratur dan berkesinambungan yang diselenggarakan oleh masyarakat pekerja atau kelompok pekerja yang memiliki jenis kegiatan usaha yang sama dan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja.
Ø  Dana sehat merupakan bentuk jaminan pemeliharaan kesehatan bagi anggota masyarakat yang belum dijangkau oleh asuransi kesehatan seperti askes, jamsostek, dan asuransi kesehatan swasta lainnya.
Ø  Lembaga Swadaya Masyarakat
Ø  TOGA (tanaman obat keluarga) merupakan sebidang tanah dihalaman/ lading yang dimanfaatkan untuk menanam yang berkhasiat sebagai obat. Fungsi dari TOGA adalah menghasilkan tanaman yang dapat dipergunakan untuk menjaga dan meningkatkan kesehata dan mengobati gejala penyakit yang ringan.
Ø  Kader Kesehatan







2. Program Kesehatan Lingkungan
Program kesehatan lingkungan bertujuan untuk mewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih sehat melalui pengembangan sistem kesehatan kewilayahan untuk menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan. 
a)   Program Hygiene dan Sanitasi TTU dan TPM
b)    Program Pemukiman, Perumahan dan Bangunan Sehat
c)   Program Penyehatan Air.

3. Program Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana

a)Program Kesehatan Reproduksi (ANC)
Kebijakan Nasional Kesehatan Reproduksi di Indonesia menetapkan bahwa Kesehatan Reproduksi mencakup lima komponen program terkait, yaitu: Program Kesehatan Ibu dan Anak, Program Keluarga Berencana, Program Kesehatan Reproduksi Remaja, Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS, dan Program Reproduksi pada Usia Lanjut (Tim Field Lab FK UNS, 2010).

b) Program Menejemen Terpadu Balita Sakit (MTBS)
MTBS merupakan suatu program pemerintah untuk menurunkan angka kematian balita dan menurunkan angka kesakitan. MTBS adalah suatu manejemen untuk balita yang datang di pelayanan kesehatan, dilaksanakan secara terpadu mengenai klasifikasi, status gizi, status imun maupun penangan dan konseling yang diberikan. Untuk bayi umur 1 hari-2 bulan periksa kemungkinan kejang, gangguan nafas, suhu tubuh, adanya infeksi, ikterus, gangguan pencernaan, BB, status imun.Untuk bayi 2 bulan-5 tahun: Keadaan umum, respirasi, derajat dehidrasi, suhu, periksa telinga, status gizi, imun, penialaian pemberian makanan.Konseling pada ibu untuk meningkatkan pemberian cairan selama anak sakit yaitu untuk setiap anak sakit (memberi ASI lebih sering dan lebih lama, tingkatkan pemberian cairan cont:beri kuah sayur dan air putih), untuk anak diare diberi cairan tambahan terapi A dan B sesuai pengobatan), untuk anak mungkin DBD (Cairan tambahan sangat penting cont: oralit).

c) Program Keluarga Berencana
Integrasi program KB dan Kesehaan Reproduksi (KR) di Indonesia mengikuti ICPD (International Conference on Population and Development) di Cairo 1994. Sejak tahun 2004, terjadi perubahan visi program KB nasional dari keluarga kecil bahagia dan sejahtera menjadi keluarga berkualitas pada tahun 2015 (Anonym 2004). Kebijakan pengelolaan/pengendalian pertumbuhan penduduk, penurunan IMR dan MMR, dan peningkatan kualitas program KB tercantum dalam UU No 25 tahun 2000 tentang program pembangunan nasional.
4. Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2PM)
Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2PM) bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat penyakit menular dan penyakit tidak menular. Prioritas penyakit menular yang akan ditanggulangi adalah malaria, demam berdarah dengue, diare, polio, filaria, kusta, tuberkulosis paru, HIV/AIDS, pneumonia, dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Prioritas penyakit tidak menular yang ditanggulangi adalah penyakit jantung dan gangguan sirkulasi, diabetes mellitus, dan kanker.

a) Program Pencegahan Penyakit.
Program pencegahan penyakit (usaha preventif) yaitu seperti:
Ø  Mempertinggi nilai kesehatan : penyediaan makanan sehat cukup, kwalitas maupun kwantitasnya, perbaikan hygiene dan sanitasi lingkungan , pendidikan kesehatan pada masyarakat, usaha kesehatan jiwa agar tercapai perkembangan kepribadian yang baik.
Ø  Memberikan perlindungan khusus terhadap sesuatu penyakit: vaksinasi untuk mencegah penyakit-penyakit tertentu, isolasi penderita penyakit menular, pencegahan terjadinya kecelakaan baik di tempat-tempat uum maupun tempat kerja.
Ø  Mengenal dan mengetahui jenis penyakit pada tingkat awal serta mengadakan pengobatan yang tepat dan segera
Ø  Pembatasan kecacatan dan berusaha untuk menghilangkan gangguan kemampuan bekerja yang diakibatkan sesuatu penyakit.
Ø  Rehabilitasi

b) Program pemberantasan Penyakit
c) Program Imunisasi

5. Program Pengobatan
a) Program Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)
              Program upaya kesehatan perorangan meliputi dokter keluarga pelaku utama pelayanan medic dan piñata rujukan strata 1, Dokter keluarga sebagai UKP utama kuratif dan rehabilitative, puskesmas sebagai UKP strata 1 promotif dan preventif.

b) Program Penyembuhan dan Pemulihan Kesehatan (Rujukan)

6. Program Perbaikan Gizi Masyarakat
Program perbaikan gizi masyarakat bertujuan meningkatkan kesadaran gizi keluarga dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat terutama pada ibu hamil, bayi dan anak Balita.
Kegiatan pokok dan kegiatan indikatif program ini meliputi:
a) Peningkatan pendidikan gizi
b) Penanggulangan kurang energi protein (KEP), anemia gizi besi, gangguan akibat kurang yodium (GAKY), kurang vitamin A, dan kekurangan zat gizi mikro lainnya
c) Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi

B. Program Pengembangan
Kesehatan Pengembangan adalah upaya yang dilaksanakan berdasarkan masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat Kegiatan kesehatan pengembangan dilaksanakan bila upaya kesehatan wajib telah terlaksana secara optimal (target cakupan dan mutu terpenuhi), namyn dalam keadaan tertentu ditetapkan sebagai penugasan dari Dinas kesehatan).
1. Kesehatan Sekolah
Program kesehatan sekolah merupakan program yang ada di sekolah seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
2. Perawatan Kesehatan Masyarakat
Perawatan kesehatan masyarakat bertujuan untuk melaksanakan pembinaan keluarga dan kelompok-kelompok khusus seperti panti asuhan dan panti jompo, memberikan pelayanan perawatan paripurna.
3. Kesehatan Jiwa
Kesehatna jiiwa adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain yang “sehat jiwa”
4. Kesehatan Usila
Program pengembangan kesehatan Usila yaitu upaya kesehatan paripurna di bidang kesehatan para usia lanjut yang dilaksanakan dari tingkat Puskesmas. Program ini bertujuan untuk meningkatkan drajat kesehatan usia lanjut untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat dalam mencapai mutu kehidupan usia lanjut yang optimal.
Pelayanan kesehatan usia lanjut :
Ø Peningkatan : melalui penyuluhan tentang kesehatan & pemeliharaan kebersihan diri, menu makanan dengan gizi seimbang & kesegaran jasmani
Ø  Upaya pencegahan : melalui pemeriksaan berkala, senam, penyuluhan tentang alat bantu
Ø  Upaya pengobatan :pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan spesialistik melalui rujukan
Ø  Upaya pemulihan :fisioterapi, mengembalikan percaya diri
5. Kesehatan Mata dan Telinga
Program kesehatan mata dan telinga bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mata dan telinga, meningkatkan peran serta masyarakat dalam bentuk penyuluhan kesehatan serta menciptakan kemandirian masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan mata dan telinga mereka.
6. Kesehatan Gigi dan Mulut
Pelaksanaan pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada dasarnya diselenggarakan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut:
Ø Pembinaan/pengembangan kemampuan dan peran serta masyarakat dalam upaya pelihara diri (self care), melalui pengembangan upaya kesehatan yang bersumber pada otoaktivitas masyarakat dengan pendekatan UKGM (Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat)
Ø Pelayanan asuhan pada kelompok rentan, seperti pada anak sekolah (UKGS = Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) dan pada kelompok ibu hamil/menyusui, anak prasekolah.
Ø Pelayanan medik gigi dasar, di Puskesmas dilaksananakan terhadap masyarakat baik yang datang mencari pengobatan maupun yang dirujuk oleh BPG (Balai Pengobatan Gigi)
7. Kesehatan Remaja
Program pengembangan kesehatan remaja bertujuan untuk mengetahui masalah kesehatan remaja di Indonesia, mengetahui program-program penanganan masalah remaja di Indonesia. Kegiatan program kesehatan remaja meliputi:
Ø  Pemberian informasi dan edukasi
Ø  Konseling : Dengan adanya konseling dapat mengatasi kecemasan,depresi, atau masalah kesehatan mental lainnya, meningkatkan kewaspadaan terhadap isu masalah yang mungkin terjadi pada dirinya, mempunyai motivasi untuk mencari bantuan bila ada masalah.
Ø  Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS): Dengan menerapkan ajaran PKHS, remaja dapat mengambil keputusan segera untuk menolak ajakan tersebut, merasa yakin akan kemampuannya menolak ajakan tersebut, berpikir kreatif untuk mencari cara penolakan agar tidak menyakiti hati temannya dan mengerahkan kemampuan berkomunikasi secara efektif dan mengendalikan emosi, sehingga penolakan akan berhasil dilaksanakan dengan mulus.
8. Kesehatan Kerja
Upaya kesehatan kerja dipuskesmas ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerja. Sasaran program kesehatan kerja ini adalah pekerja disektor kesehatan antara lain masyarakat pekerja di puskesmas, balai pengobatan/poliklinik, laboratorium kesehatan, pos upaya kesehatan kerja (pos UKK), jaringan dokter perusahaan bidang kesehatan kerja, masyarakat pekerja diberbagai sector pembangunan, dunia usaha dan lembaga swadaya masyarakat.
2.2 Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas)
A. Pengertian Jaminan Kesehatan Masyarakat
Jaminan kesehatan masyarakat atau jamkesmas adalah program bantuan social untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu program ini diselenggarakan secara nasional agar terjadi subsidi silang dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat miskin.Jamkesmas adalah dana bantuan social yang pembayarannya berasal dari Negara melalui bank yang ditujukan kerumah sakit yang telah ditentukan dan dilakukan dalam bentuk paket pelayanan kesehatan (pengobatan) berdasarkan klaim.
B. Tujuan Jaminan Kesehatan Masyarakat
         Tujuan dari jamkesmas dibagi menjadi dua yaitu:
1)      Tujuan umum yaitu terselenggaranya akses dan mutu pelayanan kesehatan terhadap seluruh masyarakat miskin dan tidak mampu agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan efisien.
2)      Tujuan khusus yaitu meningkatkan cakupan masyarakat dan tidak mampu yang mendapat pelayanan kesehatan di puskesmas serrta jaringannya dan Rumah Sakit, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin.
C. Sasaran Jaminan Kesehatan Masyarakat
Sasaran program jaminan kesehatan masyarakat ini adalah masyarakat miskin tidak mampu diseluruh Indonesia dan yang tidak termasuk sudah mempunyai jaminan kesehatan lainnya.
D. Fasilitas Jaminan Kesehatan Masyarakat
Fasilitas pelayanan yang diberikan oleh jamkesmas adalah:
Ø  Pelayanan di puskesmas dan jaringannya
1)      Rawat jalan tingkat 1 dilaksanakan pada puskesmas dan jaringannya dalam atau luar gedung meliputi:
-          Konsultasi medis,pemeriksaan fisik dan penyuluhan kesehatan
-          Laboratorium sederhana (darah, urine, feses rutin)
-          Tindakan medis kecil
-          Pemeriksaan dan pengobatan gigi termasuk cabut dan tambal
-          Pemeriksaan ibu hamil, nifas, menyusui, bayi dan balita
-          Pelayanan KB dan penanganan efek samping(alat kontrasepsi)
-          Pemberian Obat
2)      Rawat inap tingkat 1 dilaksanakan pada puskesmas perawatan meliputi:
-          Akomodasi rawat inap
-          Konsultasi medis, pemeriksaan fisik dan penyuluhan kesehatan
-          Lab sederhana
-          Tindakan medis kecil
-          Pemberian obat
-          Persalinan normal dan dengan penyulit
3)      Persalinan normal yang dilakukan di puskesmas non perawatan/ bidan desa/polindes/rumah pasien/BPS
4)      Pelayanan gawat darurat

Ø Pelayanan kesehatan di rumah sakit
1)      Rawat jalan tingkat lanjutan
2)      Rawat inap tingkat lanjutan dilaksanakan pada ruang perawatan kelas tiga
3)      Pelayanan gawat darurat

Ø Pelayanan yang dibatasi
1)      kaca mata dengan nilai maksimal 50.000 berdasarkan resep dokter
2)      alat bantu dengar dengan berdasarkan harga yang paling murah
3)      pelayanan penunjang diagnose canggih diberikan hanya pada kasus life saving.
E. Pelayanan yang tidak di tanggung oleh Jamkesmas yaitu:
1)      Pelayanan yang tidak sesuai prosedur
2)      Bahan, alat, dan tindakan yang bertujuan untuk kosmetika
3)      General cek up
4)      Protesis gigi tiruan
5)      Penobatan alternative dan pengobatan lain yang belum terbukti secara ilmiah
6)      Rangkaian pemeriksaan, pengobatan dan tindakan dalam upaya mendapatkan keturunan termasuk bayi tabung dan pengobatan impotensi.
7)      Pelayanan kesehatan pada masa tanggap darurat bencana alam
8)      Pelayanan kesehatan yang diberikan pada kegiatan bakti social.
F. Persyaratan pemegang Jamkesmas
1) Kartu askeskin asli (harus ditunjukan ke petugas pendaftaran)
2) Rujukan puskesmas setempat
3) Surat rujukan dari RSUD
4) Surat pengantar dari kantor Dinas social dan dinas kesehatan kabupaten/kota
5) Foto copy kartu keluarga
6) Foto copy KTP pasien atau orang tua pasien jika pasien <17 tahun









BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
        Program kesehatan di Indonesia meliputi program kesehatan wajib yaitu program promosi kesehatan, program kesehatan lingkungan, Program Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana, Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2PM), Program Pengobatan, Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Program pengembangan yaitu meliputi Kesehatan Sekolah, Perawatan Kesehatan Masyarakat, kesehatan jiwa, kesehatan usila, kesehatan mata dan telinga, kesehatan remaja, kesehatan kerja.
        Jaminan kesehatan masyarakat atau jamkesmas adalah program bantuan social untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu program ini diselenggarakan secara nasional agar terjadi subsidi silang dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat miskin

B. Saran
Dalam hal ini diharap mahasiswa dan petugas kesehatan mengetahui program-program kesehatan di Indonesia, mengetahui tentang jamkesmas, dan ikut serta dalam pelaksanaan program kesehatan yang ada.







DAFTAR PUSTAKA
Azwar, Azrul.1996.Pengantar Administrasi Kesehatan.Jakarta:Binarupa Aksara.
Entjang, Indan.2000. Ilmu Kesehatan Masyarakat.Bandung:Citra Aditya Bakti.
Notoatmodjo, Soekidjo.1996.Ilmu Kesehatan Masyarakat.Jakarta:Rieka Cipta.


No comments:

Post a Comment