Monday, 6 May 2013

asuhan nifas


ASUHAN MASA NIFAS NORMAL
OLEH YAYUK JANUARTI
NIM 11140047
KELAS SABTU SIANG
081 390 632 678



Tujuan  Instruksional Umum

Untuk mengetahui adanya kebutuhan ibu dan bayinya setelah melewati proses persalinan,kemudian juga untuk mengetahui adanya komplikasi yang akan terjadi baik kepada ibu maupun bayinya jika mengalami suatu penyakit yang belum tertangani dengan benar hingga menyebabkan adanya kelainan baik pada ibu maupun bayinya dan mengupayakan bagaimana caranya pelaksanaan dalam pencegahan infeksi yang bisa terjadi serta  melaksanakan untuk menjelaskan dan kemudian menerapkan ASI eksklusif pada setiap ibu nifas,HIV/AIDS dan dengan memperkenalkan  kontrasepsi juga tak kalah penting yaitu program imunisasi.


Tujuan Instruksional Khusus
1.      Mengetahui pengertian dan tahap-tahap masa nifas normal.
2.      Mengenal komplikasi perdarahan pada masa nifas.
3.      Penyebab utama dari kematian ibu setelah pascapersalinan.
4.      Kebutuhan  bayi baru lahir yang harus disiapkan.
5.      Upaya  yang dapat dilakukan sebagai tindakan dalam pencegahan infeksi.
6.      Mengenal dan menjelaskan betapa  pentingnya ASI eksklusif bagi bvayi yang harus dipenuhi hingga bayi berusia 6 bulan.
7.      Menjelaskan manfaat dari diadanya konseling IMS/HIV-AIDS juga mengenali kontrasepsi.
8.      Menjelaskan dan melaksanakan program imunisasi bagi ibu dan  bayinya.


Setelah melewati selama beberapa jam mengalami proses persalinan, ibu akan mengalami masa setelah persalinan yang lebih dikenal dalam bahasa kesehatan yaitu masa nifas.Pada masa nifas ini seorang ibu dengan pola berfikirnya masing-masing akan berbeda-beda dalam menanggapi dan mengertikan masa nifas ini karena dipengaruhi dari pengetahuaan ibu sebelumnya maupun dari emosional dan social ibu saling keterkaiatan.

Pengertian Masa Nifas
Masa nifas yaitu masa ketika lahirnya plasenta dan diakhiri dengan adanya pemulihan dari organ-organ yang berperan saat proses kehamilan dan persalinan.
Tahap-Tahap Pada Masa Nifas
1.      Puerperium dini
Kepulihan yang dirasakan ibu ketika diperbolehkan untuk berdiri dan berjalan, serta menjalankan aktivitas layaknya wanita normal lainnya.
2.      Puerperium intermediate
Suatu kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya sekitar 6-8 minggu.
3.      Puerperium remote
Waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama apabila ibu selama hamil atau persalinan mempunyai  komplikasi.

Perdarahan pada masa nifas setelah beberapa jam pertama pascapersalianan bukanlah hal yang biasa melainkan komplikasi yang dapat membawa kematian pada ibu nifas.Adapun faktor yang mempengaruhinya adalah ibu dengan anemia,plasenta yang keluar tidak lengkap/ masihnya plasenta dalam rahim dan juga dapat disebabkan oleh perlukaan baik itu di vagina,servik maupun perineum serta yang paling utama ialah atonia uteri.Untuk mencegahnya perdarahan  dengan melaksanakan  manajement aktif kala tiga yang sudah di sepakati oleh WHO.
Sepsis merupakan salah satu penyebab utama  infeksi pada masa nifas yang dapat membawa kematian pada ibu ,gejala yang sering dirasakan ibu yaitu demam.Demam yaitu gejala/tanda yang paling mudah dikenali ,dengan cukup dengan pemberian antibiotik merupakan tindakan utama dalam penanganannya.Membahas tentang infeksi pada masa nifas  tentu berkaitan dengan ibu dan lingkungannya termasuk di dalam tempat persalinan,tapi factor ini biasa di cegah dengan cara mencuci tangan untuk dapat menurunkan angka infeksi pada ibu masa nifas maupun bayinya dengan cara yang telah di kenali yaitu 7 langkah, dilakukan dengan tepat dan tidak hanya mencuci tangan biasa melainkan di dukung dengan teknik dan sabun yang di gunakan untuk membersihkan mikroorganisme yang dapat membuat infeksi.

Kebutuhan Bayi Pada Masa Pascapersalinan
1.   Kemudahan akses ke ibu
2.   Air susu ibu
3.   Suhu lingkungan yang sesuai
4.   Lingkungan yang aman
5.   Asuhan oleh orang tua
6.   Kebersihan
7.   Pengawasan dan tindakan yang akan dilakukan pada sakit
8.   Akses ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila dicurigai adanya komplikasi
9.   Asuhan kasih sayanng ibu
10.     Adanya perlindungan dari
a.    Penyakit
b.   Praktik yang membahayakan
c.    Kekerasan
11.     Penerimaan dari
a.    Seks
b.   Perilaku
c.    Ukuran
12.     Surat kelahiran bayi (Sarwono,2009)

Adapun kelainan fisiologis yang biasa di dapatkan bayi salah satunya yaitu ikterus,ikterus ini diakibatkan oleh hiperbilirubin.Ikterus dapat bersifat berbahaya jika tidak ditangani dengan benar dan cepat,cukup dengan memberikan tetes mata dan salep merupakan pencegahan ikterus yang diberikan pada jam pertama pascapersalinan.Upaya seorang bidan untuk mengadakan IMD merupakan tindakan yang dapat membantu seorang bayi untuk memenuhi nutrisinya dan juas dapat membantu dalam pencegahan infeksi dan alergi terhadap bayi sampai bayi berusia 6 bulan,dan yang tak kalah pentingnya adalah dengan memberikan ASI sedini mungkin dapat memberikan kehangatan pada bayi hingga kontak kulit ke kulit yang membuat tercapainya tujuan dari ASI yaitu meningkatkan jalinan kasih sayang.
Setelah masa persalinan dilalui merupakan kesempatan yang baik untuk melakukan konseling terhadap pasangan mengenai HIV/AIDS yaitu jika pasangan ini belum melakukan tes saat hamil dapat dilakukan saat masa nifas karena virus HIV ini  sangat berbahaya, dan kebiasaan tenaga kesehatan memberikan susu formula untuk penanganannya, padahal jika di cermati dengan baik susu formula dapat bersifat fatal dan lebih besar untuk infeksi daripada  ASI dengan catatan jika susu formula tersebut tidak di buat dengan baik dan bukan susu untuk khusus bayi dengan HIV/AIDS.

Jadwal imunisasi yang dianjurkan selama dan setelah kehamilan

Imunisasi Tetanus Toksoid diwajibkan untuk semua wanita mendapatkannya karena imunisasi ini merupakan suatu cara dalam mencegah terjadinya tetanus baik kepada ibu maupun bayinya.imunisasi Tetanus Toksoid (TT) minimal diberikan 2 kali pemberiaan.Imunisasi TT dapat diberikan pada bayi dan bisa juga didapatkan ketika diadakan program Wanita Usia Subur (WUS) baik itu saat wanita di tingkat SMP maupun SMA.Untuk kunjungan imunisasi TT yaitu hari pertama TT1 dengan dosis 0,5 ml dan TT2 diberikan setelah 4 minggu pemberian TT1.pemberian TT3 diberikan 6 bulan setelah TT2 dengan dosis yang sama dan TT4 didapatkan setelah 1 tahun TT3 kemudian TT5 di berikan setelah 1 tahun TT4 dan dengan dosis yang sama juga.Jika ada seorang ibu yang datang dan ingin mendapatkan imunisasi dengan catatan ibu sudah mendapatkan imunisasi saat sebelum menikah 1 kali.ibu akan mendapatkan imunisasi minimal 2 kali jika ibunya datang dengan umur kehamilan 3 bulan ke atas,dan setelah masa persalinan baik sudah melewati masa nifasnya ibu akan mendaptkan imunisasi dengan jarak yang sesuai dengan program yang sudah diberikan bidan padanya,yaitu satu tahun setelah TT3 dan dapat di berikan TT4.Demikian juga pada bayinya imunisasi TT dapat ia terima ketika diberikan imunisasi DPT saat berusia 2 bulan.


DAFTAR PUSTAKA


Anggraini, Yetti.2010.Asuhan Kebidanan Msa Nifas.Yogyakarta:Pustaka               Rihana.           
Dewi Vivian N.L dan Tri Sunarsih.2011.Askeb Pada Ibu                                                      Nifas.Yogyakarta:Salemba Medika.
Saifudin, Abdul Bari.2002.Buku Panduan Praktis Pelayana Kesehatan       Maternal dan Neonatal.Jakarta:Yayasan Bina Pustaka Sarwono     Prawirohardjo.
Sulistyawati,dan Ari.2009. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Pada Ibu             Nifas.Yogyakarta:Penerbit Andi.
Sarwono.2009. ilmu kebidanan.Jakarta:PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Sastra winata Sulaiman.1983.Obstetri Fisiologi.Bandung:                                                    Elemen.
Walsh, V Linda.2003.Buku Ajar Kebidanan Komunitas.Jakarta:EGC.



     



No comments:

Post a Comment