ASUHAN
MASA NIFAS NORMAL
OLEH
YAYUK JANUARTI
NIM
11140047
KELAS
SABTU SIANG
081
390 632 678
Tujuan Instruksional Umum
Untuk
mengetahui adanya kebutuhan ibu dan bayinya setelah melewati proses
persalinan,kemudian juga untuk mengetahui adanya komplikasi yang akan terjadi
baik kepada ibu maupun bayinya jika mengalami suatu penyakit yang belum
tertangani dengan benar hingga menyebabkan adanya kelainan baik pada ibu maupun
bayinya dan mengupayakan bagaimana caranya pelaksanaan dalam pencegahan infeksi
yang bisa terjadi serta melaksanakan
untuk menjelaskan dan kemudian menerapkan ASI eksklusif pada setiap ibu
nifas,HIV/AIDS dan dengan memperkenalkan
kontrasepsi juga tak kalah penting yaitu program imunisasi.
Tujuan
Instruksional Khusus
1.
Mengetahui
pengertian dan tahap-tahap masa nifas normal.
2.
Mengenal
komplikasi perdarahan pada masa nifas.
3.
Penyebab utama
dari kematian ibu setelah pascapersalinan.
4.
Kebutuhan bayi baru lahir yang harus disiapkan.
5.
Upaya yang dapat dilakukan sebagai tindakan dalam
pencegahan infeksi.
6.
Mengenal dan
menjelaskan betapa pentingnya ASI
eksklusif bagi bvayi yang harus dipenuhi hingga bayi berusia 6 bulan.
7.
Menjelaskan
manfaat dari diadanya konseling IMS/HIV-AIDS juga mengenali kontrasepsi.
8.
Menjelaskan dan
melaksanakan program imunisasi bagi ibu dan
bayinya.
Setelah melewati selama beberapa
jam mengalami proses persalinan, ibu akan mengalami masa setelah persalinan
yang lebih dikenal dalam bahasa kesehatan yaitu masa nifas.Pada masa nifas ini
seorang ibu dengan pola berfikirnya masing-masing akan berbeda-beda dalam
menanggapi dan mengertikan masa nifas ini karena dipengaruhi dari pengetahuaan
ibu sebelumnya maupun dari emosional dan social ibu saling keterkaiatan.
Pengertian Masa Nifas
Masa nifas yaitu masa ketika lahirnya plasenta dan
diakhiri dengan adanya pemulihan dari organ-organ yang berperan saat proses
kehamilan dan persalinan.
Tahap-Tahap Pada Masa Nifas
1.
Puerperium
dini
Kepulihan yang
dirasakan ibu ketika diperbolehkan untuk berdiri dan berjalan, serta
menjalankan aktivitas layaknya wanita normal lainnya.
2.
Puerperium
intermediate
Suatu kepulihan menyeluruh alat-alat
genetalia yang lamanya sekitar 6-8 minggu.
3.
Puerperium
remote
Waktu yang diperlukan untuk pulih dan
sehat sempurna terutama apabila ibu selama hamil atau persalinan mempunyai komplikasi.
Perdarahan
pada masa nifas setelah beberapa jam pertama pascapersalianan bukanlah hal yang
biasa melainkan komplikasi yang dapat membawa kematian pada ibu nifas.Adapun
faktor yang mempengaruhinya adalah ibu dengan anemia,plasenta yang keluar tidak
lengkap/ masihnya plasenta dalam rahim dan juga dapat disebabkan oleh perlukaan
baik itu di vagina,servik maupun perineum serta yang paling utama ialah atonia
uteri.Untuk mencegahnya perdarahan
dengan melaksanakan manajement
aktif kala tiga yang sudah di sepakati oleh WHO.
Sepsis
merupakan salah satu penyebab utama
infeksi pada masa nifas yang dapat membawa kematian pada ibu ,gejala
yang sering dirasakan ibu yaitu demam.Demam yaitu gejala/tanda yang paling
mudah dikenali ,dengan cukup dengan pemberian antibiotik merupakan tindakan
utama dalam penanganannya.Membahas tentang infeksi pada masa nifas tentu berkaitan dengan ibu dan lingkungannya
termasuk di dalam tempat persalinan,tapi factor ini biasa di cegah dengan cara
mencuci tangan untuk dapat menurunkan angka infeksi pada ibu masa nifas maupun
bayinya dengan cara yang telah di kenali yaitu 7 langkah, dilakukan dengan
tepat dan tidak hanya mencuci tangan biasa melainkan di dukung dengan teknik
dan sabun yang di gunakan untuk membersihkan mikroorganisme yang dapat membuat
infeksi.
Kebutuhan Bayi
Pada Masa Pascapersalinan
1.
Kemudahan
akses ke ibu
2.
Air
susu ibu
3.
Suhu
lingkungan yang sesuai
4.
Lingkungan
yang aman
5.
Asuhan
oleh orang tua
6.
Kebersihan
7.
Pengawasan
dan tindakan yang akan dilakukan pada sakit
8.
Akses
ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila dicurigai adanya komplikasi
9.
Asuhan
kasih sayanng ibu
10.
Adanya
perlindungan dari
a.
Penyakit
b.
Praktik
yang membahayakan
c.
Kekerasan
11.
Penerimaan
dari
a.
Seks
b.
Perilaku
c.
Ukuran
12.
Surat
kelahiran bayi (Sarwono,2009)
Adapun
kelainan fisiologis yang biasa di dapatkan bayi salah satunya yaitu ikterus,ikterus
ini diakibatkan oleh hiperbilirubin.Ikterus dapat bersifat berbahaya jika tidak
ditangani dengan benar dan cepat,cukup dengan memberikan tetes mata dan salep
merupakan pencegahan ikterus yang diberikan pada jam pertama pascapersalinan.Upaya
seorang bidan untuk mengadakan IMD merupakan tindakan yang dapat membantu seorang
bayi untuk memenuhi nutrisinya dan juas dapat membantu dalam pencegahan infeksi
dan alergi terhadap bayi sampai bayi berusia 6 bulan,dan yang tak kalah
pentingnya adalah dengan memberikan ASI sedini mungkin dapat memberikan
kehangatan pada bayi hingga kontak kulit ke kulit yang membuat tercapainya
tujuan dari ASI yaitu meningkatkan jalinan kasih sayang.
Setelah
masa persalinan dilalui merupakan kesempatan yang baik untuk melakukan
konseling terhadap pasangan mengenai HIV/AIDS yaitu jika pasangan ini belum
melakukan tes saat hamil dapat dilakukan saat masa nifas karena virus HIV
ini sangat berbahaya, dan kebiasaan
tenaga kesehatan memberikan susu formula untuk penanganannya, padahal jika di
cermati dengan baik susu formula dapat bersifat fatal dan lebih besar untuk
infeksi daripada ASI dengan catatan jika
susu formula tersebut tidak di buat dengan baik dan bukan susu untuk khusus
bayi dengan HIV/AIDS.
Jadwal
imunisasi yang dianjurkan selama dan setelah kehamilan
Imunisasi
Tetanus Toksoid diwajibkan untuk semua wanita mendapatkannya karena imunisasi
ini merupakan suatu cara dalam mencegah terjadinya tetanus baik kepada ibu
maupun bayinya.imunisasi Tetanus Toksoid (TT) minimal diberikan 2 kali
pemberiaan.Imunisasi TT dapat diberikan pada bayi dan bisa juga didapatkan
ketika diadakan program Wanita Usia Subur (WUS) baik itu saat wanita di tingkat
SMP maupun SMA.Untuk kunjungan imunisasi TT yaitu hari pertama TT1 dengan dosis
0,5 ml dan TT2 diberikan setelah 4 minggu pemberian TT1.pemberian TT3 diberikan
6 bulan setelah TT2 dengan dosis yang sama dan TT4 didapatkan setelah 1 tahun
TT3 kemudian TT5 di berikan setelah 1 tahun TT4 dan dengan dosis yang sama
juga.Jika ada seorang ibu yang datang dan ingin mendapatkan imunisasi dengan
catatan ibu sudah mendapatkan imunisasi saat sebelum menikah 1 kali.ibu akan mendapatkan
imunisasi minimal 2 kali jika ibunya datang dengan umur kehamilan 3 bulan ke
atas,dan setelah masa persalinan baik sudah melewati masa nifasnya ibu akan
mendaptkan imunisasi dengan jarak yang sesuai dengan program yang sudah
diberikan bidan padanya,yaitu satu tahun setelah TT3 dan dapat di berikan
TT4.Demikian juga pada bayinya imunisasi TT dapat ia terima ketika diberikan
imunisasi DPT saat berusia 2 bulan.
DAFTAR PUSTAKA
Anggraini,
Yetti.2010.Asuhan Kebidanan Msa Nifas.Yogyakarta:Pustaka Rihana.
Dewi Vivian N.L
dan Tri Sunarsih.2011.Askeb Pada Ibu Nifas.Yogyakarta:Salemba Medika.
Saifudin, Abdul
Bari.2002.Buku Panduan Praktis Pelayana Kesehatan
Maternal dan Neonatal.Jakarta:Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Sulistyawati,dan
Ari.2009. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Pada
Ibu Nifas.Yogyakarta:Penerbit
Andi.
Sarwono.2009. ilmu kebidanan.Jakarta:PT. Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo.
Sastra winata
Sulaiman.1983.Obstetri Fisiologi.Bandung: Elemen.
Walsh, V Linda.2003.Buku Ajar Kebidanan Komunitas.Jakarta:EGC.
No comments:
Post a Comment